Mungkinkah petir punya jenis kelamin, kok bisa-bisanya dia memilih korbannya yang masih gadis. Kurangajarnya, yang disambar hanya bokong, sampai celana dalam si korban, Dwi Nur Afriana Sari (18), bolong. CACAT.

haxims.blogspot.com
Peristiwa ini sebenarnya sudah agak lamasi cuy, tepatnya Senin (24/5/2010), tetapi Tribun Lampung baru ngasitahu.

Sore itu, sekitar pukul 16.00, Dwi dan adiknya, Triya Nurmala Sari (14), sedang tidur-tiduran di kamarnya, di Lingkungan VI Purwosari, Kabupaten Metro Utara, Lampung. “Tiba-tiba terdengar suara petir dan menyambar halaman depan. Lalu seperti ada percikan api yang mengenai bokong saya,” kata Dwi, Selasa beberapa hari lalu.

Meski mengaku tidak mengalami luka serius, Dwi mengatakan, sambaran petir tersebut membuat celana yang dipakainya bolong. “Rasanya kaya disundut api gitu. Adik saya juga kena percikan api di bagian tangan, tetapi dia tidak apa-apa,” imbuh Dwi.

Lebih lanjut alumnus SMAN 3 Kota Metro itu memaparkan, dua buah bohlam lampu di ruang tengah juga pecah berantakan, setelah petir menyambar berulang kali. Pot bunga di depan rumah juga berantakan, juga tembok di kamar depan ambrol sedikit,” terang Dwi.

Sambaran petir juga diakui oleh Endang (40). Rumah Endang yang terletak bersebelahan dengan Dwi juga terkena dampak dari petir disertai hujan yang datang di Senin sore itu. Bahkan, katanya, hiasan dinding yang terpasang di ruang tengah miliknya, sempat terpental sekitar empat meter.

“Untung saja televisi dalam keadaan mati. Tapi, boster (panel antena) dan raket nyamuk yang ada di atas televisi saya pecah. Anehnya lagi, saklar listrik yang ada di dinding bisa terpental dan lepas, padahal dipaku,” katanya heran.

Hujan lebat disertai petir, Senin (24/5/2010) silam juga membuat transformator (trafo) listrik KLP di RT 34 Lingkungan VI Purwosari, Metro Utara meledak. Akibatnya, aliran listrik di seluruh rumah di Lingkungan VI padam cuy.

parah gak tu cuy….?
from; haxims.blogspot.com